Saturday, 19 March 2011

Animal Instinct Menjelang Bulan Purnama

Banyak spekulasi menyangkut kekuatan bulan. Misalnya kalau terjadi pasang surut akan dikaitkan karena gaya tarik bulan, terutama waktu bulan purnama. Hasil penelitian bahwa bulan juga secara langsung bisa mempengaruhi tingkah laku baik manusia, maupun makhluk hidup lain di bumi ini. Setiap bulan purnama tiba atau jika ada sesuatu yang membuat binatang itu marah--seperti makanan yang tidak enak, maka binatang buas itu akan semakin beringas dan siap memangsa korban buruannya. Demikian Gilad Sharon menggambarkan animal instinct menjelang bulan purnama dalam harian Yediot Aharonot (14/3).

Kepala Bidang Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) Bachtiar Anwar mengatakan, peristiwa supermoon yang akan terjadi Sabtu (19/3) tergolong unik. Selain bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi, juga bertepatan dengan terjadinya bulan purnama.

Hari ini, tepatnya pada hari Sabtu, 19 Maret 2011 komunitas NGI regional Jakarta mengadakan hunting ke Kebun Binatang Ragunan dengan konsep yang diangkat yaitu Animal Instinct. Tujuan dari hunting kali ini yaitu selain untuk merekam dan memotret ruang, alam dan pengunjung yang ada di Ragunan, kali ini juga ditujukan untuk mengabadikan polah, tingkah laku dan insting hewan menjelang bulan purnama. Seperti yang disampaikan oleh Mas Ary (salah satu momod Forum NGI) pada saat sesi diskusi, menjelang bulan purnama hewan-hewan memang tampak lebih agresif dan sensitif seperti ada sensor yang dimiliki oleh hewan-hewan yang mengindikasikan bahwa bulan purnama akan datang.

Jika diperhatikan secara seksama, hari ini setidaknya memang sedikit berbeda dibandingkan dengan hari-hari biasa saat saya berkunjung ke Ragunan meskipun tidak terlalu signifikan. Hari ini hewan-hewan seperti orang utan dan gorilaterlihat lebih agresif dan sensitif. Saat berkunjung ke kandang orang utan di pagi hari tadi, setidaknya lebih dari dua orang utan meraung-raung layaknya bayi yang merengek-rengek minta ASI dari ibunya. Begitupun dengan gorila, saat berkunjung ke Pusat Primata Schmutzer khususnya di kandang gorila, ada 1 gorila yang berukuran besar diam terpaku tanpa ekspresi di sisi saluran air, namun apabila kita menatap matanya dan terjadi eye contact dengan kita, maka gorila tersebut bak hewan buas yang siap menerkam target makan siangnya. Ada 1 gorila lainnya yg tampak agresif dengan sikapnya yang cukup hiperaktif dengan berlari-lari dan memukul-mukul dadana. Entah itu cuma sugesti saya atau memang demikian, setidaknya itu yang saya saksikan pada saat hunting tadi. Sangat disayangkan memang tadi saya tidak sempat hunting ke kandang hewan-hewan buas lainnya seperti harimau, singa, dan lain-lain karena keterbatasan waktu. Mudah-mudah di next hunting saya bisa mengabadikannya.